Jumat, 23 Desember 2011

Pembuatan Kolam

Proses pembuatan kolam alami (tanpa bahan bangunan) [tahap pengairan] :
Pembuatan kolam dengan model seperti ini tidaklah membutuhkan biaya yang banyak. Proses pembuatan kolam alami ini, membutuhkan waktu kurang lebih 5 hari, dengan kedalam kolam kurang lebih 75cm.

Di kolam ini saya rencanakan untuk membudi dayakan ikan bawal. Ikan bawal saat ini banyak dipilih pembiak ikan air tawar sebagai produk unggulan, termasuk dalam hal ini adalah pemilik blog ini. Karena selain bernilai ekonomis sebagai ikan hias, ikan bawal air tawar atau dengan nama latin (Colossoma macropomum Cuvier) juga menjadi hidangan yang sering dicari di meja makan. 


Jika ingin menggeluti bisnis seperti ini pada dasarnya pembudidaya bisa memilih, apakah kita ingin budi daya benih, pembesaran, pemasaran, atau gabungan diantara pilihan tersebut. Pembesaran merupakan salah satu bagian budidaya ikan bawal air tawar yang sangat penting mempengaruhi nilai jual produk di pasaran. Secara teori khusus usaha pembesaran ikan bawal tergolong jenis ikan yang tidak ‘sulit’ untuk dibudidayakan. 

Tingkat kelangsungan hidup bawal air tawar cukup tinggi, sekitar 90%. Bahkan, ikan bawal ini mampu bertahan hidup dalam kolam yang tingkat kepadatannya tinggi. Makannya pun tidak rewel sebab hewan berjenis omnivora ini memiliki nafsu makan yang sangat besar.

Memulai bisnis budidaya ikan bawal bisa dimulai dari skala kecil hingga besar. Untuk memulai usaha ini setidaknya dibutuhkan kolam sebagaimana ikan air tawar lainnya. Harga benih ikan bawal tergantung pada ukuran dan juga market harga pasar yang dipengaruhi permintaan. Biasanya harga benih bawal ukuran super (bungkus rokok djarum) sekitar Rp700 per ekor. Kami sendiri memilih benih yang harganya Rp. 300,-, mengingat fisik ikan bawal kuat, Alhamdulillah tingkat kematian ikan bawal sangat kecil sekali. Kami sendiri merasakan pembelian dari 10.000 ekor benih yang harga dikisaran Rp.300,-, tingkat kematian hanya kurang lebih 5 s.d 10 ekor. Karna memang dibutuhkan tingkat kejelian saat membeli benih ikan bawal ini, saya sarankan lebih baik beli dari Balai Perikanan langsung yang ada disekitar wilayah anda.
Dasar kolam sebaiknya ditambahkan kapur tohor maupun dolomit untuk meningkatkan pH tanah, juga dapat untuk membunuh hama maupun patogen yang masih tahan terhadap proses pengeringan. Selain itu, bahan lain diperlukan adalah pupuk kandang. Masa 1-3 bulan di utamakan untuk memberi makan pelet, bulan berikutnya yang lebih dominan adalah daun-daunan, seperti talas, kangkung, ubi rambat dll. 
Pemungutan hasil usaha pembesaran dapat dilakukan setelah ikan bawal dipelihara 4-6 bulan, waktu tersebut ikan bawal telah mencapai ukuran kurang lebih 500 gram/ekor, dengan kepadatan 4 ekor/m 2. Harga ikan bawal ini bervariasi tinggal melihat jenis ikannya, bawal putih atau bawal tambak. Harga per kilogram bisa mencapai Rp15 ribu. Dipasaran menjelang lebaran biasanya ikan bawal mencapai harga Rp. 20.000,-/ekor.
Sebetulnya pasaran ikan bawal lebih mudah, asal ikannya banyak [biasanya kalau partai banyak panennya, (1-5 ton) para pemilik modal akan datang langsung ke lokasi], so penghasilan dari perikanan budi daya ikan tawar ini bukan hal yang mustahil kesuksesan akan anda raih. Insya Allah.






Kolam yang sudah terisi dengan ikan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar